AMOEBA
Tahu Amoeba? Makhluk bersel satu yang tidak sempat merasa minder
karena bentuk fisiknya yang tidak tetap. Makhluk yang kecipratan berkah untuk
melanggengkan keturunannya tanpa perlu capek-capek bersaing untuk mendapatkan
pasangan hidup. Tahu? Kalau tidak, silahkan cari pengertiannya di search engine kalian masing-masing. Gunakan
waktu kalian untuk mempelajarinya baik-baik. Dan tenang saja, saat kalian sudah
paham, kami pasti sudah beralih ke topik yang lain.
Buat yang sudah tahu, silahkan berterima kasih kepada guru biologi kalian - terima kasih karena kalian bisa melanjutkan pembahasan ini dengan baik. Ya. Ini pembahasan yang serius. Tulisan ini butuh 100% perhatian. Semua alat komunikasi harus dimatikan, dan tulisan ini bebas asap rokok. Paham? Oke, lanjut,
Sekilas amoeba adalah makhluk yang damai dan menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya. Namun ternyata, beberapa jenis dari mereka salah pergaulan dan akhirnya bersifat patogenesis. Bukan! Mereka bukan menjadi anggota departemen pertahanan Amerika. Yang dimaksud dengan patogenesis adalah ketegaan sebuah makhluk untuk merusak tubuh inangnya. Ya, macam malin kundang yang menelantarkan ibunya, atau pepatah air susu dibalas air comberan. Begitulah kira-kira.
Amoeba, organisme yang tidak berarti dalam rantai makanan,
adalah sosok yang dapat dengan mudah membuat kalian menderita diare akut (jadi
lain kali, jika kalian mengalami BAB secara terus menerus tanpa sebab, mohon
jangan salahkan tukang ketoprak dengan semena-mena). Tidak hanya itu, selain
membuat toilet kalian menderita, amoeba juga dapat membuat kalian kehilangan
kesadaran dan akal dengan cara memakan otak kalian. Para ahli menamai penyakit
tersebut dengan primary amebic
meningoencephalitis. Korban yang terinfeksi dapat mengalami berbagai macam
simtom fisik, dari sakit kepala, muntah, demam, kaku otot, kejang-kejang,
halusinasi, koma, dan meninggal dunia. Angker? Tenang, ini belum seberapa.
Layaknya penjahat lain di berbagai sistem dan sinetron, amoeba juga senang memanfaatkan kelebihannya untuk menganggu kesejahteraan manusia. Melalui kemampuan reproduksi mandirinya, diam-diam mereka memperkuat pasukan terornya. Sial bagi manusia, kecepatan amoeba memperbanyak jumlah pasukan, jauh di atas kecepatan perguruan tinggi mencetak ahli kesehatan dan biologi. Jadilah kita (ya, penulis juga manusia) menjadi kesulitan untuk mengenali dan mengantisipasi pergerakan mereka dengan baik. Bahkan tanpa disadari, amoeba kini mampu berkamuflase menyerupai korban utamanya. Manusia! Bukan hanya menempel seperti panu dan kutu. Tapi benar-benar menampilkan fisik layaknya orang normal. Punya mata, telinga, hidung, tangan, kaki, bahkan mulut yang dapat mengeluarkan kata-kata dengan berbagai rasa. Mereka tidak lagi menyerang kita dengan cepat, melainkan dengan perlahan dan kejam.
Layaknya penjahat lain di berbagai sistem dan sinetron, amoeba juga senang memanfaatkan kelebihannya untuk menganggu kesejahteraan manusia. Melalui kemampuan reproduksi mandirinya, diam-diam mereka memperkuat pasukan terornya. Sial bagi manusia, kecepatan amoeba memperbanyak jumlah pasukan, jauh di atas kecepatan perguruan tinggi mencetak ahli kesehatan dan biologi. Jadilah kita (ya, penulis juga manusia) menjadi kesulitan untuk mengenali dan mengantisipasi pergerakan mereka dengan baik. Bahkan tanpa disadari, amoeba kini mampu berkamuflase menyerupai korban utamanya. Manusia! Bukan hanya menempel seperti panu dan kutu. Tapi benar-benar menampilkan fisik layaknya orang normal. Punya mata, telinga, hidung, tangan, kaki, bahkan mulut yang dapat mengeluarkan kata-kata dengan berbagai rasa. Mereka tidak lagi menyerang kita dengan cepat, melainkan dengan perlahan dan kejam.
Jadi, jika
diibaratkan dengan pembunuh, versi baru amoba tesebut tidak akan langsung
menikam kalian dengan senjata tajam, melainkan akan menggores tubuh kalian
sedikit demi sedikit setiap harinya, lalu menyekap kalian di ruang gelap dengan
kecoak dan tikus, dan meninggalkan kalian dalam keadaan lapar dan ketakutan.
Hingga akhirnya, kalian sendirilah yang minta untuk diakhiri hidupnya dengan
segera. Sadis? Ya, begitulah mereka.
Versi baru amoeba ini dapat hidup dan berkembang biak di mana saja. Mereka hadir dalam berbagai jenis kelamin, status sosial, dan kondisi asmara. Mereka dapat menjebak kalian dengan berbagai cara. Mulai dari menjadi otoritas, teman, saudara, bahkan pacar. Jika kalian sial lalu terinfeksi, maka kalian akan menderita penyakit bernama Amoebic Humanisilitis. Simtomnya dapat beragam, mulai dari sakit kepala kronis, emosi negatif sepanjang hari, turunnya rasa percaya diri, nafsu makan yang berlebihan, kehilangan nafsu makan, berteriak menatap plafon dengan kalimat "kenapa aku Tuhan?", hingga keinginan untuk bunuh diri atau (banyak kasus) membunuh sumber infeksi. Adapun jenis amoeba penyebab penyakit tersebut telah diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Diantamebic tuasokitis bijakritus
Adalah jenis amoeba yang berusia lebih tua dari kalian. Mereka
telah berlatih begitu lama dan mengincar kalian sejak bayi untuk menanamkan
virus "nilai kehidupan" dalam otak kalian. Selama berinteraksi,
kalian akan diperlakukan sebagai domba tersesat yang tidak mengenal GPS,
sehingga perlu selalu diingatkan untuk kembali ke jalan yang lurus (baca: jalan
mereka). Pertanyaan aneh dan tidak penting akan selalu dilontarkan untuk
mengganggu stabilitas emosi kalian. Mulai dari, "sudah punya rencana apa
untuk masa depan?", "kapan naik jabatan?", "sudah punya
pacar belum?", "kapan menikah?", "kok kamu kurus banget
sekarang?", "Kamu gendutan ya?".
Bukan hanya pertanyaan, mereka juga senang menurunkan nilai
kemanusiaan kalian hingga setara dengan harga barang di pasar dengan
kalimat-kalimat pembanding, "kamu itu. Coba lihat si anu, usianya sama
kayak kamu, tapi dia udah punya ini itu", "kenapa sih kamu ga bisa
kayak si anu? dibandingkan kamu, dia tuh lebih sopan, perhatian, bla
bla", "kamu benar-benar
nggak bisa berubah ya? dari dulu sampai sekarang nggak pernah berubah
kelakuannya. nggak kayak si anu". Mungkin kalian ingin menjawab semuanya
dengan kalimat, "Ya udah! Bungkus aja sana barang toko sebelah! Ngaca
dong! Situ pikir situ okeh? Jangan bikin rusuh di sini! Mamam tuh si
anu!". Tapi pada kenyataannya kadar adrenalin yang rendah, hanya mampu
membuat kalian tertunduk dan berkata "Iya. maaf".
b. Entamoeba bossus
kampretus
Adalah jenis amoeba yang memiliki posisi lebih baik dari kalian
di kantor atau institusi manapun kalian berada. Mereka adalah jenis yang selalu
mengoreksi pekerjaan kalian setiap waktu, meskipun kalian tidak melakukan
kesalahan sama sekali. Mereka akan berjalan dengan dagu yang diangkat - tanda
kepercayaan diri yang berlebihan atau sakit leher - dan menatap kalian dengan pandangan
curiga atau senyum sinis. Mereka adalah orang-orang yang akan membuat kalian
bekerja ekstra dengan upah minimalis. Mereka adalah orang-orang yang akan
memberikan kalian pertanyaan yang tidak penting setiap hari, sekedar untuk
menguji bahwa kalian memang selalu salah dan mereka yang benar. Mereka juga tidak
segan-segan memberi tugas diluar job desk
kalian melalui kalimat "coba kamu...". Lalu jika kalian menolak,
mereka akan berkata "masa gitu aja nggak bisa?".
Beberapa amoeba jenis ini ada yang berusaha sok akrab dan
terbuka dengan jokes jayus, serta
cerita panjang yang tidak penting tentang dirinya. Pada saat itu, entah
mengapa, kalian akan berusaha tertawa dan tertarik dengan segala produksi
hiburannya. Lalu ada lagi masa-masa yang lebih suram, yaitu saat kalian menjadi
terdakwa untuk segala kesalahan yang mereka lakukan. Kalian akan dipojokan
dengan banyak tuduhan yang tidak dimengerti sumbernya. Hingga akhirnya, semua
serangan yang Entamoeba bossus kampretus
lakukan akan membuat kalian membatin, "Ini ibunya dulu ngidam apa
yak?", "Ambil aku Tuhan!", atau "Saatnya buka akun di situs
lowongan kerja".
c. Amebic kawanisis
lawankutus
Adalah jenis amoeba yang lucu dan manis di depan, namun licik
dan pahit di belakang kalian. Mereka akan mendeklarasikan diri sebagai sahabat
terbaik kalian dengan mengklaim semua perbuatan terpuji yang tidak pernah
mereka lakukan. Alat indera mereka begitu tajam. Mereka dapat melihat, mencium,
mendengar, mengecap, dan merasakan semua peluang baik kalian, lalu dengan
kecepatan tinggi menikung dan merampas semua kesempatan itu untuk diri mereka
sendiri. Saran dan nasehat mereka adalah sesat. Segala petunjuk yang mereka
berikan mengarahkan kalian untuk jatuh ke jurang kesialan. Saat kalian sedih
dan kecewa, mereka tidak akan merangkul dan membuat kalian nyaman, melainkan
mengucapkan "tuh kan. Apa gue bilang? Lu sih, nggak ikutin kata gue".
Sebaliknya, ketika kalian bahagia dan memperoleh rezeki, mereka akan menempel
seperti ketombe dan berkata manja, "Ih senangnya. Bagi-bagi dong..".
Mereka begitu pandai mempermainkan perasaan kalian dan membuat kalian menjadi
ketergantungan. Bagaikan seorang santri yang tidak sengaja mengkonsumsi
narkoba, kalian akan merasa kesulitan untuk memutus hubungan dengan mereka,
meskipun kalian tahu mereka tidak membawa manfaat untuk kalian.
d. Lodamoeba pacarili
brengsekitis
Adalah jenis amoeba yang menggoda kalian dengan segala bujuk
rayu basi cinta KW 2. Pesona adalah senjata utama untuk menginfeksi korbannya.
Mereka akan mengikat kalian dalam sebuah komitmen romantis yang pada akhirnya
hanya membuat kalian meringis. Di awal fase penyebaran penyakit, mereka akan
membuat kalian merasa seperti orang yang paling beruntung di seluruh dunia.
Dengan racikan kata-kata dan perilakunya, amoeba jenis ini mampu membius kalian
dengan ilusi kehebatannya yang terkesan menutupi kekurangan kalian.
Pada fase selanjutnya, mereka akan menginjak harga diri kalian
dengan semena-mena. Kalian akan dilabel sebagai makhluk paling mengecewakan dan
tidak berguna. Jika terjadi konflik dalam hubungan, itu adalah salah kalian.
Jika ban kendaraan rusak, itu adalah salah kalian. Jika film yang ditonton saat
kencan jelek, itu adalah salah kalian. Jika BBM naik, itu adalah salah kalian.
Jika tiba-tiba turun hujan, itu tetap salah kalian. Jika Jakarta macet, itu
juga masih salah kalian. Lalu, ketika kalian menyerah dan ingin memutuskan
hubungan, Lodamoeba pacarili brengsekitis
akan membawa kalian kembali pada fase pertama. Barulah saat kalian mulai merasa
nyaman dan berpikir "oh..
mungkin kemarin dia hilaf", kalian akan kembali lagi pada fase kedua.
Begitu seterusnya. Hingga tanpa kalian sadari, tubuh, hati, dan dompet kalian
telah terkuras habis dalam untaian derita tiada akhir.
Tentunya masih banyak jenis mutasi amoeba lainnya yang belum
terkategorisasi. Perawatan terhadap infeksinya pun belum ada yang dapat
dipertanggung jawabkan. Tapi tenang! Kalau manusia purba saja bisa bertahan
dari serangan dinosourus, berarti manusia modern macam kita juga bisa berjuang
untuk mempertahankan diri. Just fight or
flight. Jika kalian punya semangat Power Ranger, kalian bisa berubah dan
menunjukkan eksistensi diri di depan para amoeba. Tapi kalau kalian tidak ingin
mengambil resiko, silahkan cari tempat sembunyi yang aman sekarang juga, lalu
berharaplah ada Superman yang lewat dan menawarkan bantuan. Good
luck, good bye!
*sign out*

